Macam-Macam Sushi dan Asal Tempatnya

Siapa yang tidak tahu sushi? Di Indonesia juga banyak negara-negara lain, makanan satu ini sudah menjadi kuliner yang awam buat masyarakat luas. Di negara kita, bahkan, sushi bukan hanya dijual di restoran-restoran dalam pusat perbelanjaan, tetapi juga ada di warung-warung kaki lima, membuktikan popularitasnya. Nah, tapi kamu sudah tahu, belum, macam-macam sushi serta asal muasalnya?
Kalau belum, yuk, disimak sebelum kamu susun itinerary lalu beli tiket pesawat dan Asuransi Perjalanan buat ke Jepang!
Asal muasal sushi
Meski dikenal luas sebagai makanan dari Jepang, ternyata sushi mengadaptasi teknik pengawetan ikan dengan beras—atau “narezushi”—dari Asia Tenggara, lho. Teknik ini sendiri menyebar luas hingga ke Jepang pada abad ke-8, kemudian diolah oleh masyarakat setempat.
Mula-mula, masyarakat Jepang mengurangi waktu fermentasi ikan, yang menciptakan pengembangan hayazushi. Berabad-abad kemudian, tepatnya pada abad ke-19, Edo (sekarang Tokyo) memiliki edomaezushi, yang merupakan dasar bagi sushi modern.
Sushi berdasarkan regionnya
Ini dia beberapa varian atau macam sushi berdasarkan region asalnya:
Tokyo
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Tokyo merupakan “tempat lahir” sushi modern yang kita kenal sekarang. Kuncinya terletak pada penggunaan seafood segar dan persiapan pembuatan sushi yang sederhana. Contoh sushi dari Tokyo adalah nigiri dan edomae.
- Nigiri: gumpalan nasi berasam yang dipadatkan dengan tangan dan di atasnya diletakkan seafood segar, seperti tuna, salmon, atau udang.
- Edomae: sushi dari ikan yang berasal dari Teluk Edo dan seringnya diolah dengan teknik seperti marinasi atau pengasapan ringan untuk memperkaya rasa.
Osaka
Sushi dari Osaka terkenal dengan varian tekanannya, yang tentu berbeda dengan sushi dari Tokyo. Contoh sushi dari Osaka adalah oshizushi dan hakozushi.
- Oshizushi: sushi berbentuk persegi panjang yang dibuat dengan menekan lapisan nasi dan ikan dalam cetakan kayu.
- Hakozushi: varian oshizushi yang menaruh lapisan ikan, nasi, dan bahan lain dalam kotak kemudian dipotong rapi.
Kyushu
Sushi dari region Kyushu terkenal memiliki cita rasa yang kuat dan menggunakan seafood lokal. Contohnya adalah mentaiko dan iwashi.
- Mentaiko: telur ikan pollock yang dimarinasi pedas, sering ditaruh di atas nasi atau dalam rol sushi.
- Iwashi: sushi sarden yang kaya rasa dan umami.
Kyoto
Sushi dari Kyoto umumnya menggunakan ikan yang diawetkan. Sebab, region ini berada di pedalaman. Contohnya adalah sabazushi dan kyozushi.
- Sabazushi: sushi ikan makarel (saba) yang direndam cuka di atas nasi dan dibungkus dengan kombu (rumput laut) atau daun bambu.
- Kyozushi: istilah utama yang mencakup berbagai macam sushi Kyoto, yang seringnya menggunakan ikan yang diawetkan dan bahan lokal.
Gimana? Sudah terbayang seberapa serunya sushi hunting ketika liburan ke Jepang nanti? Kalau sudah susun itinerary region mana saja yang mau kamu kunjungi, jangan lupa untuk membeli Asuransi Perjalanan yang akan melindungi wisata kamu, termasuk wisata kuliner, ya!